Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus kaya akan vitamin E, linoleic acid, dan falvonoids.
Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
Hanya seperempat dari keseluruhan total spesies kaktus yang hidup di daerah gurun. Sisanya hidup pada daerah semi-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang rumput. Umumnya, tumbuhan ini hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis.
Cara merawat tanaman kaktus :
1. Memperhatikan suhu tempat untuk menanam kaktus (hindari menempatkan kaktus ditempat dengan suhu terlalu dingin ini bisa membuat kaktus rentan membusuk. Juga, hindari menempatkan kaktus di tempat dengan suhu terlalu kering karena ini akan membuatnya layu dan mudah mati).
2. Siram dengan air secukupnya. (Cukup siram saru kali untuk 3 hari atau bahkan 1 kali untuk seminggu.)
3. Hindarkan kaktus dari paparan sinar matahari langsung. (Meskipun kakrus adalah tanaman yang bisa tumbuh di tempat kering dan tandus, sebaiknya kaktus tidak di tempatkan di tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
4. Perhatikan media tanam kaktus. (Tanam kaktus di pot atau tempat yang sesuai dengan besar kecil kaktus. Gunakan tanah dan pupuk kompos yang pas dan tekstyrnya tidak terlalu padat.
Penemuan tentang kaktus dipercayai telah dimulai lama sebelum bangsa Eropa menemukan Dunia Baru. Namun, berbagai informasi mengenai tumbuhan tersebut hilang ketika terjadi penjajahan oleh Spanyol.
Referensi pertama mengenai tanaman kaktus ditemukan pada abad ke-16 di dalam bab 16 dari buku Historia general y natural de las Indias (1535).Penulis buku tersebut, Hernandez de Oviedo y Valdez mendeskripsikan kaktus sebagai tanaman yang memiliki duri yang khas dan buah yang unik. Sebagian besar spesies kaktus berasal dari Amerika Utara, Selatan, dan Tengah.
Genus kaktus pertama yang diimpor ke Eropa adalah Melocactus. Seorang botaniawan asal Swedia, Carl Linnaeus, memberikan nama kaktus yang diambil dari bahasa Yunani Κακτος kaktos. Dalam bahasa Yunani klasik, kata tersebut memiliki makna tanaman liar berduri.
Buah Spesies Kaktus Opuntia banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna. Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan.
Spesies kaktus Carnegiea gigantean yang dulunya dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung untuk pembuatan roti. Namun tepung ini sudah tidak lagi dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung.
Akar kaktus jenis Echinocactus platycanthus juga diolah dalam cairan gula untuk dijadikan permen. Bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin dari kaktus juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan bakar.
Manfaat :
1. Bersifat anti-aging. Dengan kandungan antioksidan tinggi yang terkandung dalam ekstrak minyak kaktus, kulit wajah dan tubuh akan terlindungi dari paparan radikal bebas yang menjadi penyebab timbulnya kerutan dan garis garis halus pada wajah.
2. Menyamarkan warna gelap di area kulit mata. Cara pengaplikasiannya cukup mudah, cukup ambil beberapa tetesan perasan air kaktus, campurkan dengan minyak zaitun atau serum wajah. Kemudian oleskan cairan tersebut di area lingkaran mata.
3. Dapat menghilangkan komedo, kaktus yang telah diolah dapat pula bermanfaat untuk mengangkat komedo yang membandel di area hidung.
4. Membuat kulit kenyal dan lembap menyeluruh, mengolah daging tanaman kaktus secara tepat juga dapat bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit dan membuat wajah menjadi lebih kenyal.
5. Melawan radikal bebas. Kondisi ini dapat dilawan dengan menggunakab anti-oksidan bagi kulit, kandungan betalain, flavonoid dan vitamin e yang ada pada kaktus pun dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas ini.
Terakhir kemampuan kaktus yang mampu menangkap bakteri dan polutan menyebabkan udara menjadi bersih. Co2 di udara diserapnya untuk proses fotosintesis dan menghasilkan O2 yang berguna untuk kita bernafas. Sehingga keberadaan kaktus mampu memfilter udara dan menyuplai oksigen.